Perlihatkan kepada Allah bahwa Diri Kita Pantas sebagai Ahlul Qur’an (Hafizh Al-Qur’an)
Alhamdulillah
semakin banyak saudara-saudara kita yang ingin menjadi hafizh
Al-Qur’an. Dan saya yakin Allah akan menolong hambaNya yg berkeinginan
mulya. Tapi bagaimana mungkin Allah akan menolong hambaNya yang mempertontonkan ketidaklayakannya sebagai hafizh Al-Qur’an. Jadi, mari hindarkan diri kita dari sikap-sikap yang tidak layak dimiliki oleh calon-calon hafizh Al-Qur’an:
1. Tidak disiplin dalam tilawah Al-Qur’an atau muroja’ah hafalan dalam kesehariannya.
2. Mudah menyerah saat malas, futur dan jenuh. Dan tidak berusaha bangkit dan melawan.
3. Mudah berputus asa karena masalah-masalah kecil. Seperti lupa, belum lancar, dll.
4. Renggang hubungan dirinya dengan Allah. Kurang zikir, qiyamul lail dan amal-amal shalih yang lain.
5. Sedikit berdoa kepada Allah. Lebih parah lagi, tidak yakin doanya pasti diterima oleh Allah.
6. Terlalu sedikit meluangkan waktu untuk Al-Qur’an. Masih selalu beralasan sibuk, sibuk…
7. Kurang yakin dalam mendambakan janji-janji akhirat bagi orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an.
8. Belum mampu bernikmat-nikmat dengan Al-Qur’an.
9. Al-Qur’an masih dirasakan sebagai beban, merepotkan dan menyusahkan dirinya.
10. Cinta kehidupan dunia, sehingga belum merasakan betapa besarnya pahala dan rahmat yang Allah berikan kepada penghafal Qur’an.
11. Kurang gigih menjauhkan diri dari kemaksiatan.
1. Tidak disiplin dalam tilawah Al-Qur’an atau muroja’ah hafalan dalam kesehariannya.
2. Mudah menyerah saat malas, futur dan jenuh. Dan tidak berusaha bangkit dan melawan.
3. Mudah berputus asa karena masalah-masalah kecil. Seperti lupa, belum lancar, dll.
4. Renggang hubungan dirinya dengan Allah. Kurang zikir, qiyamul lail dan amal-amal shalih yang lain.
5. Sedikit berdoa kepada Allah. Lebih parah lagi, tidak yakin doanya pasti diterima oleh Allah.
6. Terlalu sedikit meluangkan waktu untuk Al-Qur’an. Masih selalu beralasan sibuk, sibuk…
7. Kurang yakin dalam mendambakan janji-janji akhirat bagi orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an.
8. Belum mampu bernikmat-nikmat dengan Al-Qur’an.
9. Al-Qur’an masih dirasakan sebagai beban, merepotkan dan menyusahkan dirinya.
10. Cinta kehidupan dunia, sehingga belum merasakan betapa besarnya pahala dan rahmat yang Allah berikan kepada penghafal Qur’an.
11. Kurang gigih menjauhkan diri dari kemaksiatan.
Inilah sebelas sikap yang harus kita
hindari, agar Allah menilai kita layak menjadi penghafal Al-Qur’an.
Tentu sikap-sikap di atas bukan pembatasan. Jika ada sikap lain yang
tidak disukai Allah, maka segera jauhilah. Sebagai bukti cinta kita
kepada Allah pasti cinta kepada kalamNya.
https://isro17.wordpress.com/2015/01/03/perlihatkan-kepada-allah-bahwa-diri-kita-pantas-sebagai-ahlul-quran-hafizh-al-quran/#more-2424
https://isro17.wordpress.com/2015/01/03/perlihatkan-kepada-allah-bahwa-diri-kita-pantas-sebagai-ahlul-quran-hafizh-al-quran/#more-2424

Tidak ada komentar:
Posting Komentar